Ratuku di Hari ke Enam Puasa.

 

Tiada keramat di dunia selain doa Ibu❤
Hari ke enam puasa bulan Ramadhan tahun 2023
.....1444 Hijriah

Menelpon ratuku yang tidak bermahkota dan tidak duduk disinggasana laksana raja dan ratu di kerajaan namun bertahta di hatiku dan bersinggasana di pelupuk mataku, merupakan keharusan bagiku. Keharusan yang ku buat sendiri untuk senantiasa mendapatkan khabar dari ratuku sepeninggal ayahku. Ratuku adalah ibuku.

Handphone yang digunakan oleh ibuku adalah handphone milik ayahku. Pertama kali ibu menggunakan untuk meneleponku, aku kaget bukan kepalang. Ketika aku berlari ke arah hanphoneku yang berbunyi, aku kaget. Muncul nama yang menelepone adalah ,"Bigbos." Nama pemilik nomor telepon itu adalah ayahku. "Bigbos." nama yang kuberikan untuk nomor kontak ayahku di  hanphoneku sedangkan ibuku kuberikan nama nomor kontaknya di handphoneku adalah,"Bunda Ratu."

Bagaimana aku tidak kaget, nomor kontak  milik ayahku memanggil sementara ayahku sudah tenang menghadap Ilahi, 

Masih ingat dengan tulisanku sebelumnya pada blog ini. Tulisan tentang nama panggilan atau nama nomor kontak untuk orang yang kita sayangi. Seperti: Ayangku untuk Pak Suami, Ananda Gantengku, Permata Hatiku untuk nama nomor kontak anak-anak atau Bu Presiden  nama nomor kontakku di handphone anakku.

Begitulah, aku menelpon ratuku, ibuku di hari ke enam puasa untuk mendapatkan khabar ibuku di hari ke enam puasa tahun ini.  Berulang kali aku menelepon, ibuku tidak menjawab teleponku. Aku berpikir saat itu ibu sedang sendiri di dapur untuk menyiapkan buka puasa. Apapun yang dilakukan ibuku saat ini, pikiranku selalu tertuju pada ayahku. Bagaimana tidak, sebelum ayah tiada, apapun yang dilakukan, dikerjakan ibu selalu bersama, hatta memasak di dapur.  Jika ingin masak sayur seperti sayur nangka, ibuku hanya sekedar menyampaikan keinginannya itu pada ayahku, maka dengan cepat ayahku pergi ke kebun mengambil nangka muda dan kembali dari kebun membawa nangka sudah dalam keadaan bersih, sudah dikupas. Tidak hanya itu, ayahku juga membawa kepala sudah dikupas dan langsung duduk di berugak (tempat duduk bertiang empat semacam gazebo) memegang parut, siap membantu ibu memarut kelapa. 

Salah satu contoh kebersamaan ayah dan ibu di usia yang sudah lanjut. Di usia ayah dan ibu sudah memiliki puluhan cucu  dan cicit, kerukunan, saling perhatian dan saling menjaga antara ayah dan ibu selalu terpelihara. Ah.....aku ingin masa tuaku nanti, aku dan Pak Suami seperti itu. 

Begitu ibu menerima panggilanku, ibu tidak membawa hanphone. Dugaannku benar, ibu sedang memasak sendiri di dapur. Memasak sayur pare untuk satu mangkok saja. Aku sudah membawakan macam-macam sayur, lauk  dan bumbu pada harike empat puasa . Hari ke lima puasa, Pak suami mengantarkan tambahan lauk dan minuman setelah sebelumnya yakni hari ke tiga Pak Suami membenahi lampu dapur yang kurang sesuai. 

Alhamdulillah hari ke enam puasa, khabar dari ratuku, ibuku menggembirakan hatiku. Ibuku sehat, bisa ikut sholat tarawih di masjid. 


Komentar

  1. Tulisan yang membawa pembaca ke kegenbiraan. Barakallah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon krisis ayahnda terhadap tulisan saya inggih, supaya tidak asal jadi ayahanda...

      Hapus

Posting Komentar