Postingan

Berat Diongkos, Berat Dipersyaratan

Oleh Nuraini Ahwan.  Masa pandemi covid 19 ini, membuat semua terasa berat. Pergaulan menjadi berat, silaturrahmi secara langsung menjadi berat, mata pencaharian menjadi berat, ekonomi menjadi berat, berpergian juga menjadi semakin berat. Sebut saja mudik menjadi berat dengan ijin segala macam. Secara pribadi ini kadang membuat kita menggerutu sendiri.  Salah satu contoh beratnya di berpergian setelah ada ijin boleh bepergian adalah ketika seseorang sudah punya sekedar dana untuk transpot, lalu harus nambah dana atau biaya harus rapid atau sweb lagi. Bukankah ini akan memperberat kita? Saya pernah mengalami peristiwa menyedihkan ketika harus berjuang rapid di bandara menjelang tiga puluh menit keberangkatan pesawat. Ini membuat saya menangis di bandara. Saat itu saya tak mengerti masa berlakunya hasil rapid. Masa tertera ternyata tidak berlaku lagi karena adanya perubahan peraturan yang saya tidak ketahui. Berjuang dengan tangis saat itu.  Kembali pengalaman menyedihkan t...

Kita Satu Indonesia

 Malam terus saja merangkak Berselimut dingin bertemakan rindu Kian meradang memenuhi sudut kalbu Pasrah ragaku pada celotehan dalam grupku Aku terdiam seraya jemariku bergerak Menelisik setiap aksara yang kulihat Bibirku mengeja kata demi kata Meskipun tak ku pahami makna yang tersurat Karena kami berbeda,  tapi kami Indonesia Sejenak aku pahami maknanya, meski tak utuh Ku hempaskan prasangka atas salah makna Ku niatkan ikat dan genggam tangan untuk kebersamaan Menjalani, dan melewati waktu untuk sampai ke sebuah harapan Ku ingat sebuah semboyan yang mempersatukan Bhineka Tunggal Ika menjadi kekuatan  Berbeda suku, berbeda bahasa bukan hambatan Rasa seperjuangan yang di kedepankan  Duhai para sahabat, wali angkatan 45 Usah berdebat karena bahasa Saling pengertianlah yang utama Bahwa kita berbeda perlu toleransi Agar indah sampai pada pelantikan nanti.  Lombok, 17 Mei 2021 (Edisi saling mengingaktkan) 

Ada Apa dengan Tanggal 13

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan Haloo..para sahabat, orang tua wali SISWA SEBA  tahun 2020/2021, ingatkah para sahabat dengan tanggal 13 Nopember 2020 lalu? Tanggal di mana hati kita berdebar kencang, jantung kita berdetak cepat. Perasaan gundah gulana, pikiran melayang, konsentrasi semakin dipusatkan untuk menanti sebuah kepastian. Kepastian yang merupakan titik awal kesuksesan anak-anak kita?  Ada apa dengan tanggal 13?  Baiklah para sahabat, orang tua wali, saya ingin mengajak para sahabat mengingat kembali bahwa tanggal 13 Nopember itu, di suatu tempat yang sangat  representatif dan boleh di katakan tempat yang sangat wowww...yakni hotel vaganza, kita menanti pengumuman  kelulusan anak-anak kita pada tes Bintara Polri. Sebuah penantian yang membuat suasana saat itu kita rasakan sangat berbeda.  Kepenatan saat itu tak kita rasakan. Lapar pun bisa ditahan. Kejenuhan menunggu tak dihiraukan. Waktu yang terus merangkak hingga malam menjadi semakin larut. Rona wajah penu...

Rela Menunggu

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan.  Menunggu adalah sesuatu yang sering menjemukan. Namun tidak bagi sesuatu yang sangat kita harapkan. Menunggu untuk sesuatu yang sangat kita sayangi dan cintai. Menunggu giliran dipanggil dokter untuk pengecekan kesehatan misalnya, berusaha melawan rasa jenuh dan jemu. Mondar-mandir, bolak balik, pindah duduk dari satu tempat ke tempat lain agar waktu terasa tak terlalu lama. Kotak-katik handphone juga salah satu cara menghilangkan kejenuhan.  Memanfaatkan waktu di ruang tunggu dengan membuat catatan kecil atau tulisan ini juga menjadi alternatif cara menghilangkan kejenuhan. Ketika menunggu giliran dipanggil asisten dokter dimanfaatkan untuk menulis mengapa berada di ruang tunggu ini.  Tepat 31 Desember 2020, di penghujung tahun, ujian datang kepada kami. Bukan itu masih musim penghujan. Musim penghujan,  banjir, pohon tumbang, kehujanan saat berpergian sampai pada atap bocor selalu menjadi bahan cerita dan sesuatu yang harus di atasi.  Ruma...

Apa Khabar

Gambar
 Oleh Nuraini Ahwan.  Seminggu sudah, rumah serasa sepi. Bukan sepi karena tidak memutar musik, bukan sepi karena tidak menonton sinetron, juga bukan sepi karena tak ada lawan bicara. Rumah terasa sepi karena sang buah hati  berangkat menjemput asa sejak tanggal 18 April 2021. Akhir Desember 2020 lalu, buah hati yang bungsu kembali ke rumah karena pandemi covid 19, harus belajar dari rumah. Kini setelah vaksin kedua ia terima, maka ia bersama teman-teman seperjuangan kembali melanjutkan meraih asa di tempat di mana seharusnya buah hati berada.  Sekitar kurang lebih 4 bulan berada di rumah, belajar jarak jauh, banyak kesan yang terpatri. Buah hati membuat rumah menjadi ramai, membuat  kepala ibu dan ayahnya cenat-cenut. Membuat hati ayah dan ibunya berdebar kencang. Latop, handphone, kuota, sinyal semuanya ada dalam kenangan ini. Membuat ibu dan ayahnya bernapas lega. Rasa nano-nano.....manis, asam enak rasanya. Begitulah untuk menggambarkan rasa selama buah hati...

Siapa yang Bersungguh-Sungguh, Ia akan Menemukan.

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan (Dokumen diambil dari YouTube)  Dua malam tak bersamamu untuk berbuka, dua dini hari tak bersamamu santap sahur dan dua malam pula tidak ada yang usil mengganggu pulasnya ayah dan ibu dibuai malam. Dua malam pula tak ada yang datang ke setiap kamar sekedar mengingatkan kami untuk segera berkomunikasi kepada Sang Khalik. Buah hati ayah dan ibu, si Bungsu yang kini sudah berada di usia 18 tahun,  6 bulan 22 hari.  Di usiamu yang masih tergolong muda, baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan , berbekal ijazah SMA, Allah SWT memberikanmu amanah dan tanggung jawab besar untuk menjadi abdi negara. Untuk menjadi seorang abdi negara melewati perjuangan yang luar biasa berat sehingga ini juga merupakan pencapaian yang luar biasa. Allah SWT Maha Mengetahui. Siapa yang bersungguh-sungguh. "Man Jadda Wajadda" Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan menemukan, siapa yang bersungguh-sungguh maka maka ia akan dapat. " Seperti itulah, di usiamu yang memasuki usia...

Mengawal Cita-Cita Buah Hati.

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan (Foto diambil dari  dokumen pribadi)  (Pernahkah para sahabat berbeda pendapat dengan sang buah hati ketika menentukan cita-citanya? Atau menyerahkan sepenuhnya urusan cita-cita kepada buah hati? Atau mendiskusikan bersama cita-cita buah hati ? Setiap orang punya mimpi. Setiap orang punya cita-cita. Setiap orang punya cita-cita besar terhadap buah hati mereka. Beragam cara yang dilakukan sejak dini, sejak kecil bahkan semasa buah hati berada dalam kandungan.  Harapan dan cita-cita tentunya yang terbaik buat buah hati. Semasa kecil, buah hati bisa berucap ini- itu tentang cita-citanya. Kebanyakan jika ditanya, anak-anak akan menjawab ingin menjadi dokter. Entah mengapa dokter merupakan cita-cita dari anak-anak yang selalu menjadi jawaban ketika ditanya. Bagi anak laki-laki, kebanyakan menjawab ingin menjadi tentara  dan polisi. Ini adalah jawaban dari anak usia TK dan usia sekolah dasar. Termasuk anak-anak sekolah dasar di tempat saya bertugas. Lalu...