Postingan

ODOJOG dalam Pelaksanaannya, Puasa Hari ke Sembilan

Gambar
One Day One Juz One Grup , sebuah alternatif kegiatan yang bisa menjadi pilihan yang bisa dilaksanakan pada bulan Ramadhan di sekolah. Kegiatan ini bisa dilaksanakan sebelum masuk pada jam efektif pembelajaran. Kegiatan bisa dilaksanakan pukul 07.00 sampai pukul 08.00 sebelum jam pelajaran dimulai atau dilaksanakan setelah usai  jam efektif belajar usai sampai menjelang waktu shalat zohor berjamaah. Jam belajar peserta didik pada bulan Ramadhan biasanya ada pengurangan waktu menjadi 25 menit/jam pelajaran untuk jenjang Sekolah Dasar. Ini artinya  peserta didik pulang lebih awal sebelum masuk waktu sholat zuhur. Bisa juga menyesuaikan sesuai kondisi sekolah. Pada tulisan sebelumnya, saya sudah publish tentang persiapan pelaksanaan One Day One Juz one Grup, kali ini saya akan melanjutkan tentang bagaimana pelaksanaan One Day One Juz one grup. Namun sebelumnya saya tampilkan dulu tentang perlengkapan berupa bale juz, kaleng juz, kartu surat/ayat, jurnal grup.  Contoh pelaks...

ODOJOG di Hari ke Delapan Puasa Ramadhan.

Gambar
Hari ke delapan puasa bulan Ramadhan, saya akan melanjutkan tulisan tentang kegiatan One  Day, One  Juz one  Grup di SDN 1 Dasan Tereng. Kegiatan yang sudah  familiar di telinga warga sekolah dengan nama ODOJOG. Kegiatan ODOJOG ini sudah berjalan kurang lebih lima tahun terhitung Ramadhan tahun 2019. Dasar pelaksanaan kegiatan ODOJOG tahun ini adalah edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat tentang kegiatan bulan Ramadhan. Peserta didik mengikuti kegiatan keagamaan sebelum mulai pembelajaran. Edaran ini menjadi salah satu dasar pelaksanaan kegiatan. Dasar pelaksanaan kegiatan lainnya adalah program sekolah tentang pelaksanaan kegiatan Pembinaan Iman dan Takwa, warga sekolah khususnya peserta didik. Tujuan kegiatan One Day One Day One Grup, adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membiasakan peserta  didik membaca Al Qur'an, meningkatkan minat baca dan budaya baca Al Qur'an pesèrta didik,  mendapat...

Puasa Hari Ke Tujuh.

Gambar
Hari ke tujuh puasa, masih melakukan aktivitas biasa, melaksanakan tugas di sekolah. Tidak ada yang terlalu berbeda dengan kegiatan hari-hari biasa. Waktu jam pembelajaran sudah ada ketentuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengikuti edaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk jam kerja ASN. Untuk jam kerja ASN yang 5 hari kerja berbeda dengan jam kerja ASN yang 6 hari kerja dalam satu minggu. Untuk ASN yang 6 hati kerja , jumlah jam kerja satu hari adalah 5, 5 jam. Jam masuk kerja mulai pukul 08.00 wita. Ketentuan  lebih detail sudah disebarkan ke seluruh instansi di Kabupaten  Lombok Barat termasuk ke sekolah saya.  Sekolah saya jumlah hari kerjanya adalah 6 hari kerja. Sehingga ASN di tempat saya pulang jam 13.00 wita karena masuk jam 07.30 kecuali hari Jumat dan Sabtu, pulang lebih awal.  Terkait  dengan jam belajar peserta didik, terdapat pengurangan waktu. Satu jam pelajaran dilaksanakan selama 25 menit. Ini artinya peserta didik pulang lebih awal ...

Ratuku di Hari ke Enam Puasa.

Gambar
  T iada keramat di dunia selain doa Ibu❤ Hari ke enam puasa bulan Ramadhan tahun 2023 .....1444 Hijriah Menelpon ratuku yang tidak bermahkota dan tidak duduk disinggasana laksana raja dan ratu di kerajaan namun bertahta di hatiku dan bersinggasana di pelupuk mataku, merupakan keharusan bagiku. Keharusan yang ku buat sendiri untuk senantiasa mendapatkan khabar dari ratuku sepeninggal ayahku. Ratuku adalah ibuku. Handphone yang digunakan oleh ibuku adalah handphone milik ayahku. Pertama kali ibu menggunakan untuk meneleponku, aku kaget bukan kepalang. Ketika aku berlari ke arah hanphoneku yang berbunyi, aku kaget. Muncul nama yang menelepone adalah ,"Bigbos." Nama pemilik nomor telepon itu adalah ayahku. "Bigbos." nama yang kuberikan untuk nomor kontak ayahku di  hanphoneku sedangkan ibuku kuberikan nama nomor kontaknya di handphoneku adalah,"Bunda Ratu." Bagaimana aku tidak kaget, nomor kontak  milik ayahku memanggil sementara ayahku sudah tenang menghadap...

Gara-Gara Facebook, Kepo

Gambar
Hari kedua puasa,  berbagi tulisan yang berjudul,"Ibu Harus Kuat." Tulisan ini intinya memberikan semangat kepada ibu yang ditinggal ayah sekitar dua bulan setelah puasa tahun lalu. Puasa tahun ini adalah puasa pertama ibu, tanpa ayah.  Tulisan ini juga ada ajakan kepada kita yang masih punya orang tua utuh, maupun salah satunya, untuk memberikan perhatian lebih, mengurus dan merawat orang tua kita masing-masing.  Selagi masih ada orang tua, lebihkan perhatian kepada orang tua, dukung dan rawat sebaik-baik perawatan. Karena jika sudah kehilangan orang tua, penyesalan tiada guna.  Kata orang tua,  Anak adalah obat orang tua. Kedatangan anak adalah obat kerinduannya, telepon anak adalah obat kangennya,   melihat foto anak adalah obat penglihatannya, suara anak adalah oksigen baginya. (Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ibu Harus Kuat", Klik untuk baca:https://www.kompasiana.com/nurainiahwan6423/641e35084addee3697728892/ibu-harus-kuat...

Ibu Harus Kuat

Gambar
Salah satu cara memperhatikan orang tua yang tidak tinggal bersama kita adalah dengan menelponnya. Menanyakan kabar, misalnya. Saya pernah mendengar orang tua yang tinggal jauh dari anaknya mengatakan,"Anak ibu tidak tinggal bersama ibu, sudah sekian tahun ia tidak pulang. Ibu tidak berharap ia memberikan apa-apa pada ibu. Sekedar bertanya kabar lewat telepon saja, ibu sudah bahagia." Jadi, selagi masih ada waktu, bagi kita yang tinggal dekat dengan orang tua, mengunjungi orang tua adalah bentuk perhatian pada orang tua. Orang tua pasti bahagia. Bagi kita yang jauh dari orang tua, sebelum bisa mengunjugi orang tua atau berkirim sesuatu maka menelpon orang tua adalah salah satu bentuk perhatian kepada orang tua Apalagi jika orang tua kita hanya sendiri, ibu atau ayah karena salah satu  sudah dipanggil menghadap  Sang Pemilik Hidup. Misalnya bulan Puasa ini, tentu berat dirasakan jika orang tua kita hanya sendiri. Berpuasa tanpa orang yang kita  sayangi,  orang yang...

Puasa Hari Pertama, Ketika Mereka Dulu

Gambar
Kami   biasa  menyebut.bulan Ramadhan  dengan nama  bulan puasa.  Bulan yang membahagiakan  bagi saya khususnya sebagai ibu rumah tangga. Banyak hal yang  membuat  saya  berbahagia.  Sebagai ibu dari 2 orang anak, saya merasa bahagia melihat anak-anak dan suami bisa berkumpul bersama, makan bersama, sholat bersama. Kegiatan  semacam  ini  jarang  kami lakukan  di luar  bulan  puasa. Menyiapkan hidangan pun kami lakukan bersama-sama.  Biasanya urusan memasak merupakan tugas saya dan anak gadis. Sementara tugas menyiapkan  minuman adalah  tugas suami dan atau tugas  anak laki-laki. Kami mempunyai 2 orang anak. Satu perempuan  dan satu  laki-laki. Anak  pertama kini sudah gadis usia dewasa di tahun 2023 ini bernama Intan Rahayu Harkiyanti. Anak kedua , lelaki lajang yang kini tahun 2023 ini sudah berusia 21 tahun bernama Danendra Nugroho Wibisoni. Putri dan putra kam...

Rasa Ini Untukmu

 Oleh Nuraini Ahwan. Tulisan ini aku persembahkan buat orang terkasih di antara sekian orang terkasih dalam hidupku.  Orang yang telah membuatku berada pada titik yang tak mungkin bisa ku raih tanpa campur tangannya. Bukan saja untuk diriku, tetapi juga untuk untuk semua anak-anakku. Orang yang ku tempatkan  sebagai ibuku dalam relung hatiku.  Rasa yang kini menyelimuti hatiku adalah rasa kehilangan yang teramat dalam. Sangat cepat dan tak disangka-sangka. Bagaikan mimpi di siang bolong. Entah seperti apa rasanya. Sebuah rasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Meskipun ku kuatkan hati, berusaha melupakan, namun perasaan itu selalu saja datang. Kangen, rindu, sayang dan ada rasa bersalah yang tak kan bisa aku lupakan. Sebuah rasa yang muncul tiba-tiba. Sebuah rasa yang mendatangkan kesedihan yang berlebihan pada diriku. Rasa ini untukmu kakaku yang telah tiada.Semoga Allah SWT menempatkanmu di tempat yang layak di sisi Allah SWT. Aamiin YRA

Ibu Sayang Kamu, Nak

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan.  Ibu masih saja menganggapmu anak kecil dan belum dewasa di usiamu yang kini sudah 18 tahun bahkan sudah bekerja. Meskipun dalam sebuah stastusmu di media sosial pernah engkau menyatakan bahwa engkau sudah dewasa. Status yang kau tulis dengan menampilkan foto dirimu yang sedang memeluk ayahmu.  Dalam statusmu, kau sertai dengan kalimat yang membuat ibu terharu.  " Ayah,..masih saja ayah dan ibu menganggapku belum dewasa di usiaku yang sudah remaja ini. Masih saja ayah dan ibu mengaggapku anak kecil yang harus dilayani. Kini aku sudah dewasa ayah, saatnya aku berbakti pada ayah dan ibu. Saatnya aku membuat ayah dan ibu bahagia di usia ayah dan ibu tak sekuat dulu lagi." Benar juga, meskipun sudah dewasa dan bekerja, masih saja ibu menawarimu sarapan sebelum berangkat kerja. Masih saja ibu merayumu di saat tidak mau sarapan bahkan ingin menyuapimu. Ibu masih saja sibuk mengisi kotak nasi untuk kau bawa agar tidak lapar. Mengelus punggungmu, mengusap baju...

Tidak Bertanya, Menyesal di Penghujung

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan.  Hari ini langit sangat cerah. Matahari sudah panas meskipun jarum jam menunjukkan waktu masih sangat pagi. Saya bergegas berangkat sekolah dengan mengendarai sepeda motor kesayangan si pink. Si pink sarat dengan barang bawaan. Tas ransel menempel di punggung. Setumpuk administrasi tergantung pada tubuh si pink. Ada juga makanan yang saya bawa buat sarapan teman yang kebetulan tidak sempat sarapan di rumah.  Ada agenda tambahan hari ini yang akan saya selesaikan. Usai membersihkan ruangan dan beberapa tempat di sekolah, saya rencana akan ke puskesmas untuk periksa kesehatan. Mengingat beberapa hari ini saya ada keluhan di lutut dan jari-jari tangan. Tak lama setelah selesai membersihkan, saya langsung menuju puskesmas terdekat dari sekolah.  Tiba di loket pendaftaran, saya memencet tombol bertuliskan pendaftaran dengan terlebih dahulu saya oleskan handanitiser di tangan. Cretttt.... Keluar urutan antrean nomor 048. Lama menunggu sambil memperhatikan la...

Berat Diongkos, Berat Dipersyaratan

Oleh Nuraini Ahwan.  Masa pandemi covid 19 ini, membuat semua terasa berat. Pergaulan menjadi berat, silaturrahmi secara langsung menjadi berat, mata pencaharian menjadi berat, ekonomi menjadi berat, berpergian juga menjadi semakin berat. Sebut saja mudik menjadi berat dengan ijin segala macam. Secara pribadi ini kadang membuat kita menggerutu sendiri.  Salah satu contoh beratnya di berpergian setelah ada ijin boleh bepergian adalah ketika seseorang sudah punya sekedar dana untuk transpot, lalu harus nambah dana atau biaya harus rapid atau sweb lagi. Bukankah ini akan memperberat kita? Saya pernah mengalami peristiwa menyedihkan ketika harus berjuang rapid di bandara menjelang tiga puluh menit keberangkatan pesawat. Ini membuat saya menangis di bandara. Saat itu saya tak mengerti masa berlakunya hasil rapid. Masa tertera ternyata tidak berlaku lagi karena adanya perubahan peraturan yang saya tidak ketahui. Berjuang dengan tangis saat itu.  Kembali pengalaman menyedihkan t...

Kita Satu Indonesia

 Malam terus saja merangkak Berselimut dingin bertemakan rindu Kian meradang memenuhi sudut kalbu Pasrah ragaku pada celotehan dalam grupku Aku terdiam seraya jemariku bergerak Menelisik setiap aksara yang kulihat Bibirku mengeja kata demi kata Meskipun tak ku pahami makna yang tersurat Karena kami berbeda,  tapi kami Indonesia Sejenak aku pahami maknanya, meski tak utuh Ku hempaskan prasangka atas salah makna Ku niatkan ikat dan genggam tangan untuk kebersamaan Menjalani, dan melewati waktu untuk sampai ke sebuah harapan Ku ingat sebuah semboyan yang mempersatukan Bhineka Tunggal Ika menjadi kekuatan  Berbeda suku, berbeda bahasa bukan hambatan Rasa seperjuangan yang di kedepankan  Duhai para sahabat, wali angkatan 45 Usah berdebat karena bahasa Saling pengertianlah yang utama Bahwa kita berbeda perlu toleransi Agar indah sampai pada pelantikan nanti.  Lombok, 17 Mei 2021 (Edisi saling mengingaktkan) 

Ada Apa dengan Tanggal 13

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan Haloo..para sahabat, orang tua wali SISWA SEBA  tahun 2020/2021, ingatkah para sahabat dengan tanggal 13 Nopember 2020 lalu? Tanggal di mana hati kita berdebar kencang, jantung kita berdetak cepat. Perasaan gundah gulana, pikiran melayang, konsentrasi semakin dipusatkan untuk menanti sebuah kepastian. Kepastian yang merupakan titik awal kesuksesan anak-anak kita?  Ada apa dengan tanggal 13?  Baiklah para sahabat, orang tua wali, saya ingin mengajak para sahabat mengingat kembali bahwa tanggal 13 Nopember itu, di suatu tempat yang sangat  representatif dan boleh di katakan tempat yang sangat wowww...yakni hotel vaganza, kita menanti pengumuman  kelulusan anak-anak kita pada tes Bintara Polri. Sebuah penantian yang membuat suasana saat itu kita rasakan sangat berbeda.  Kepenatan saat itu tak kita rasakan. Lapar pun bisa ditahan. Kejenuhan menunggu tak dihiraukan. Waktu yang terus merangkak hingga malam menjadi semakin larut. Rona wajah penu...

Rela Menunggu

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan.  Menunggu adalah sesuatu yang sering menjemukan. Namun tidak bagi sesuatu yang sangat kita harapkan. Menunggu untuk sesuatu yang sangat kita sayangi dan cintai. Menunggu giliran dipanggil dokter untuk pengecekan kesehatan misalnya, berusaha melawan rasa jenuh dan jemu. Mondar-mandir, bolak balik, pindah duduk dari satu tempat ke tempat lain agar waktu terasa tak terlalu lama. Kotak-katik handphone juga salah satu cara menghilangkan kejenuhan.  Memanfaatkan waktu di ruang tunggu dengan membuat catatan kecil atau tulisan ini juga menjadi alternatif cara menghilangkan kejenuhan. Ketika menunggu giliran dipanggil asisten dokter dimanfaatkan untuk menulis mengapa berada di ruang tunggu ini.  Tepat 31 Desember 2020, di penghujung tahun, ujian datang kepada kami. Bukan itu masih musim penghujan. Musim penghujan,  banjir, pohon tumbang, kehujanan saat berpergian sampai pada atap bocor selalu menjadi bahan cerita dan sesuatu yang harus di atasi.  Ruma...

Apa Khabar

Gambar
 Oleh Nuraini Ahwan.  Seminggu sudah, rumah serasa sepi. Bukan sepi karena tidak memutar musik, bukan sepi karena tidak menonton sinetron, juga bukan sepi karena tak ada lawan bicara. Rumah terasa sepi karena sang buah hati  berangkat menjemput asa sejak tanggal 18 April 2021. Akhir Desember 2020 lalu, buah hati yang bungsu kembali ke rumah karena pandemi covid 19, harus belajar dari rumah. Kini setelah vaksin kedua ia terima, maka ia bersama teman-teman seperjuangan kembali melanjutkan meraih asa di tempat di mana seharusnya buah hati berada.  Sekitar kurang lebih 4 bulan berada di rumah, belajar jarak jauh, banyak kesan yang terpatri. Buah hati membuat rumah menjadi ramai, membuat  kepala ibu dan ayahnya cenat-cenut. Membuat hati ayah dan ibunya berdebar kencang. Latop, handphone, kuota, sinyal semuanya ada dalam kenangan ini. Membuat ibu dan ayahnya bernapas lega. Rasa nano-nano.....manis, asam enak rasanya. Begitulah untuk menggambarkan rasa selama buah hati...

Siapa yang Bersungguh-Sungguh, Ia akan Menemukan.

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan (Dokumen diambil dari YouTube)  Dua malam tak bersamamu untuk berbuka, dua dini hari tak bersamamu santap sahur dan dua malam pula tidak ada yang usil mengganggu pulasnya ayah dan ibu dibuai malam. Dua malam pula tak ada yang datang ke setiap kamar sekedar mengingatkan kami untuk segera berkomunikasi kepada Sang Khalik. Buah hati ayah dan ibu, si Bungsu yang kini sudah berada di usia 18 tahun,  6 bulan 22 hari.  Di usiamu yang masih tergolong muda, baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan , berbekal ijazah SMA, Allah SWT memberikanmu amanah dan tanggung jawab besar untuk menjadi abdi negara. Untuk menjadi seorang abdi negara melewati perjuangan yang luar biasa berat sehingga ini juga merupakan pencapaian yang luar biasa. Allah SWT Maha Mengetahui. Siapa yang bersungguh-sungguh. "Man Jadda Wajadda" Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan menemukan, siapa yang bersungguh-sungguh maka maka ia akan dapat. " Seperti itulah, di usiamu yang memasuki usia...

Mengawal Cita-Cita Buah Hati.

Gambar
Oleh Nuraini Ahwan (Foto diambil dari  dokumen pribadi)  (Pernahkah para sahabat berbeda pendapat dengan sang buah hati ketika menentukan cita-citanya? Atau menyerahkan sepenuhnya urusan cita-cita kepada buah hati? Atau mendiskusikan bersama cita-cita buah hati ? Setiap orang punya mimpi. Setiap orang punya cita-cita. Setiap orang punya cita-cita besar terhadap buah hati mereka. Beragam cara yang dilakukan sejak dini, sejak kecil bahkan semasa buah hati berada dalam kandungan.  Harapan dan cita-cita tentunya yang terbaik buat buah hati. Semasa kecil, buah hati bisa berucap ini- itu tentang cita-citanya. Kebanyakan jika ditanya, anak-anak akan menjawab ingin menjadi dokter. Entah mengapa dokter merupakan cita-cita dari anak-anak yang selalu menjadi jawaban ketika ditanya. Bagi anak laki-laki, kebanyakan menjawab ingin menjadi tentara  dan polisi. Ini adalah jawaban dari anak usia TK dan usia sekolah dasar. Termasuk anak-anak sekolah dasar di tempat saya bertugas. Lalu...

Apakah Hanya Ini, Ibu

Oleh Nuraini Ahwan Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Satu bulan yang ditunggu-tunggu oleh segenap kaum muslimin dan muslimat. Baik tua maupun muda, termasuk anak-anak kecil yang belum kuat untuk ikut berpuasa. Bulan yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu menyuguhkan hidangan berbuka yang lain dari hari-hari biasanya.  Sebenarnya bukan berniat berlebihan dengan menyuguhkan hidangan beraneka ragam pada bulan Ramadhan tetapi karena bulan ini banyak bedanya dari hari-hari biasa. Perbedaan itu terutama pada kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Hari-hari biasa, jarang ada makan bersama karena jam pulang kerja berbeda. Jadi siapa pulang lebih awal yang makan lebih awal. Pada bulan Ramadhan, semua anggota keluarga makan bersama-sama. Sholat pun berusaha untuk dilaksanakan secara berjamaah. Ini adalah moment tak terlewatkan dan tak terlupakan dalam ingatan. Moment makan dan menyiapkan makanan untuk keluarga juga merupakan sesuatu yang menyenangkan bagi ibu-ibu.  Apa lagi jika m...

Titik Buntu Sebuah Hubungan

Oleh Nuraini Ahwan. Komunikasi memegang peranan penting dalam sebuah hubungan. Baik itu dalam hubungan pertemanan, hubungan percintaan dan hubungan dalam menjalani bahtera rumah tangga, hubungan pernikahan. Komunikasi membuat hubungan menjadi lancar, harmonis demikian juga sebaliknya. Pernikahan merupakan ikatan suci bagi pasangan suami istri. Pernikahan juga bentuk komitmen antara laki-laki dan wanita yang saling mencintai untuk hidup bersama. Tidak mudah menyamakan persepsi bagi dua insan yang berbeda, baik secara fisik maupun psikis. Maka, Islam mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan, mulai dari akad nikah, hak-hak dan kewajiban pasangan, hingga persoalan talak. Hal ini dimaksudkan agar tujuan pernikahan sebagaimana yang disyariatkan agama Islam dapat tercapai. Di antara tujuan pernikahan adalah terciptanya keluarga yang sakinah (tenteram dan bahagia),  yang berdiri di atas podasi mawaddah wa rahmah (cinta dan kasih sayang) Nah, ini yang belum dipahami sehi...